Rabu, 28 April 2010

AYAM POTONG ,BROILER

AYAM POTONG (BROILER)
Broiler ayam-ayam muda jantan atau betina yang umumnya bisa dipanen pada umur sekitar 5-6 minggu dengan tujuan sebagai penghasil daging.
Sistem pemeliharaan dalam farm:
1. All in all out system
Program ini merupakan program yang praktis dan banyak digunakan oleh para peternak. All in all out system artinya hanya ada satu macam umur dalam farm dalam satu saat. Hal ini dimaksudkan untuk memotong siklus kehidupan penyakit dalam kandang sehingga pada periode berikutnya dimulai dengan grup kandang yang sehat karena tidak ada penularan penyakit dari ternak yang lama.
2. Multiple Brooding
Sistem perkandangan yang terdiri dari berbagai jenis umur dalam satu periode produksi, untuk produksi yang berkesinambungan yang memenuhi permintaan pasar.
Pemeliharaan fase starter
Persiapan Kandang dan Perlengkapannya:
Sebelum anak ayam tiba maka kandang harus sudah siap dan dalam mempersiapkan kandang untuk anak ayam broiler tidak berbeda dengan pemeliharaan DOC untuk ayam petelur. Tempat ransum bisa menggunakan bekas box pengiriman anak ayam atau baki dari plastik, sedangkan tempat minum bisa menggunakan tempat minum yang digantung tetapi ditempatkan sedikit diatas litter. Alat pemanas bisa menggunkan pemanas yang murah dan sederhana yang menggunakan bahan bakar minyak tanah.
Ransum Starter (0-3 minggu)
Untuk ayam broiler umur 0-3 minggu ransum yang biasa digunakan harus mengandung protein 23% dan energi metabolis 3200 kkal/kg (NRC,1984). Kandungan serat kasar lebih kecil sama dengan 7%, lemak lebih kecil sama dengan 8%, C sekitar 1% dan phosphor sekitar 0, 45 %.
Pencegahan Penyakit
Untuk memperoleh ternak ayam broiler yang sehat, selain harus memperhatikan kebersihan lingkungan juga perlu melakukan vaksinasi serta pemberian obat-obatan dan vitamin. Waktu pemberian vaksin sebaiknya sore hari, agar ayam mudah ditangkap dan vaksin tidak mati akibat terkena sinar matahari. Bila vaksin dicampur kedalam air minum, maka ayam harus dipuasakan dulu sekitar 2-3 jam sebelumnya.
Pemeliharaan Finisher
A. Kandang
1. Sistem Litter
Dalam pemeliharaan Broiler, umumnya kita menggunakan sistim litter yaitu sistem yang lantainnya ditutup dengan bahan organik yang partikelnya berukuran kecil. Syarat-syarat bahan litter yang baik :
a. Ringan
b. Mempunyai partikel yang sedang.
c. Daya serap yang tinggi.
d. Lunak dan commpressibel.
e. Mempunyai nilai konduksi panas.
f. Tidak mengisap air dari udara.
g. Dapat digunakan untuk pupuk.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan yaitu ayam yang dipelihara dalam kandang sebaiknya tidak terlalu padat, karena bila terlalu padat umumnya kandang menjadi bau dan litter kondisinya basah. Kadar ammonia (NH3) akan cepat meningkat bila Ph liiter telah mencapai lebih besar sama dengan 8 sedangkan PH lebih kecil dari 7 maka ammonia yang terbentuk akan kecil.
Upaya-upaya mengurangi bau dalam kandang dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengurangi kepadatan dalam kandang, 10-12 ekor/m2.
2. Dengan mencampurkan superphosphat 1,09 kg/m2
2. Sistim Cage
Keuntungan dari pemeliharaan sitem cage, diantaranya :
a. Lebih banyak ayam yang dapat dipelihara karena kandang dapat ditingkatkan.
b. Penangkapan ayam lebih mudah pada saat akan dipasarkan dan memar dapat dikurangi.
c. Biaya litter tidak ada.
d. Penyakit coccidiocis dapat dikurangi.
e. Pembersihan kandang dapat dikurangi.
Dan kerugianya, diantaranya :
a. Banyak terjadi brest blister (lepuh dada)
b. Tulang dada banyak yang bengkok
c. Tulang sayap biasanya rapuh,sehingga banyak terjadi kerusakan pada saat prosessing (afkir)
d. Sering terjadi infeksi pada follicle bulu.
B. Perlengkapan Kandang
Pemeliharaan broiler pada umumnya digunakan sistem litter dan pada daerah-daerah tertentu digunakan sistem slat. Tempat makanan atau minuman yang digunakan sebagian petani ternak pada umumnya berbentuk bulat (hanging feeder atau waterer) yang digantung dilangit-langit kandang dengan kawat.
Contoh : Seorang peternak, memelihara ayam broiler sebanyak 1000 ekor dengan kepadatan 10 ekor/m². berapa jumlah tempat makan atau minum yang diperlukan?
Penjelasan : Bila tempat makanan (hanging feeder) yang digunakan garis tengahnya 35 cm, maka kelilingnya = 22/7 x 35 = 110 cm. bila tiap ekor memerlukan 5 cm, maka daya tampungnya tiap tempat makan = 110/5 = 22 ekor. Jadi untuk ayam 100 ekor memerlukan tempat pakan kurang lebih 45 buah. Tempat minum biasanya disediakan sekitar 2,5 sampai 3 cm/ekor.
Tempat makanan atau minuman yang berbentuk trough umumnya sudah jarang digunakan dalam kandang sistam litter karena ransum mudah tercemari oleh kotoran dan ransum yang sudah tercemari biasanya dibuang sehingga menjadi tidak efisien.
C. Ransum finisher
Pada periode finisher (umur 3-6 minggu), keadaan pertumbuhan dari ayam broiler mulai menurun, oleh karena itu protein dalam ransum biasanya diturunkan menjadi 20% (NRC,1994) sedangkan energi ransum, yang digunakan 3000-3200 kkal/kg. Bentuk fisik ransum yang biasa diberikan pada broiler yaitu bentuk pellet, mash atau crumble.

Performan ayam broiler
a. Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan manifestasi dari perubahan sel yang mengalami pertambahan jumlah sel (hyperplasia)dan pembesaran dari ukuran sel sendiri (hypertrophy). Pertumbuhan ini terjadi sejak terjadinya pembuahan sel telur oleh spermatozoa
Pertumbuhan ayam broiler dimulai dengan perlahan-lahan kemudian berlangsung cepat sampai dicapai pertumbuhan maksimum setelah itu menurun kembali., akhirnya terhenti. Pertumbuhan yang paling cepat sejak menetas sampai umur 4-6 minggu kemudian mengalami penurunan, setelah itu terhenti sampai mencapai dewasa.
Rata-rata pertumbuhan berat badan terus meningkat samapai mencapai umur 7 minngu, setelah itu terus menurun sampai mencapai umur 12 minggu.
b. Konsumsi ransum
Ayam mengkonsumsi ramsum pertama-tama untuk memenuhi kebutuhan energinya sehingga sebelum kebutuhan energinya terpenuhi ayam akan terus makan.
Temperature lingkungan yang optimal untuk pemeliharaan broiler yaitu sekitar 18-21ÂșC. Faktor yang mempengaruhi konsumsi ransum yaitu bentuk fisik ransum. Dalam pemeliharaan ayam broiler tanpa pemisahaan jenis kelamin (straight run) dengan waktu pemelliharaan selama 5 minggu. Energi metabolisme 3000kkall/kg dan protein ransum 22%, ransum yang dihabiskan sekitar 2,5 kg /ekor serta berat badan yang dicapai berkisar antara 1,2-1,3 kg/ekor.
c. Konversi ransum
Didefinisikan sebagai banyaknya ransum yang dIhabiskan untuk menghasilkan setiap kilogram pertambahan berat badan. Dengan angka konversi ransum yang rendah (kecil), artinya banyaknya ransum yang digunakan untuk menghasilkan 1 kg daging semakin sedikit atau sebaliknya.
Pada minggu pertama angka konversi ransum ayam broiler sangat rendah selanjutnya akan meningkat pada minggu-minggu berikutnya sejalan dengan kecepatan pertumbuhannya.

Penanganan limbah
-Pada ayam broiler yang dipelihara dalam kandang sistem litter, limbah yang dihasilkan yaitu berupa litter yang telah bercampur dengan kotoran.
-Limbah dari pemeliharaan ayam broiler ini sangat baik digunakan sebagai pupuk tanaman terutama sayuran. Apabila kondisi da;am keadaan yang sangat basah (karena ayam uang dipelihara terlalu padat) dan kandang akan segera dipakai maka sebaiknya limbah ditempatkan ditempat yang khusus serta dibiarkan hingga kering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar