Rabu, 28 April 2010

PEMELIHARAAN AYAM PETELUR KOMERSIL

PEMELIHARAAN AYAM PETELUR KOMERSIL

Masa pertumbuhan poada ayam petelurdi bagi menjadi 2 fase yaitu:
- fase starter antara umur 0 – 6 minggu dan
- fase grower antara umur 14 – 20 minggu disebut fase developer (pengembangan).
Pemeliharaan fase grower, fase produksi dan program peremajaan dengan melalui force molting. Fase developer merupakan fase pertumbuhan yang sudah menurun, sedangkan konsumsi ransum terus bertambah. Sehingga jika ransum yang diberikan adlibitum maka akan terjadi kegemukan dan pada saat akan berproduksi telur pertama yang dihasilkan kecil-kecil sehingga penggunaan energi tidak efisien.
Pengelolaan Fase Grower
Fase grower pada ayam petelur, terbagi ke dalam dua kelompok umur yaitu 6 – 14 minggu dan umur 14 – 20 minggu sering disebut dengan fase developer. Ada beberapa cara pemeliharaan untuk mengurangi terjadinya stress akibat pemindahan kandang, yaitu :
1. Brooding House as Growing House
Kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam (DOC), dilanjutkan pemeliharaan sampai mencapai umur 6 – 14 minggu. Kandang yang digunakan kandang sistem litter. Dipindahakan dari kandang grower sekitar 14 minggu.
2. Grow - Lay – House
Kandang yang digunakan pada fase pertumbuhan, juga digunakan sampai akhir bertelur yaitu sejak umur 6 minggu.
3. Brood – Grow – Lay – House
Ayam dipelihara dalam kandang yang sama, sejak ayamdipelihara umur satu hari sampai akhir bertelur.
Kepadatan kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan yang baik. Bila kandang terlalu padat, umumnya menyebabkan pertumbuhan yang lambat, kanibalisme, efisiensi penggunaan ransum rendah. Luas tempat pakan, tempat air minum, luas lantai perelor dipengaruhi oleh tipe lantai kandang, besar badan ayam, temperatur lingkungan, ventilasi kandang dan perlengkapan kandang.
Ransum untuk Grower
Umumnya ransum grower digunakan protein ransum 15 % dan energi 2900 kkal/kg. Bahan-bahan pakan untuk menyusun ransum ayam fase grower sama seperti fase produksi untuk anak ayam. Perbedaannya pada penyusunan ransumnya karena kebutuhannya tidak sama. Menyusun ransum yang perlu dipertimbangkan yaitu bahan pakan yang digunakan harus berkualitas baik.
Restricted Feeding (Pembatasan Pemberian Ransum)
Ayam tipe medium mempunyai sifat sebagai petelur juga sebagai pedaging yang baik. Penimbunan lemak ini umumnya lebih banyak terjadi pada masa developer yaitu pada saat pertumbuhan sudah menurun dan pertama-tama akan ditimbun di alat-alat reproduksi. Pengaruh yang kurang menguntungkan karena :
-Total produksi telur per tahun menurun, pada saat fase produksi
-Angka kematian lebih tinggi
-Penggunaan energi tidak efisien pada saat memasuki tahap produksi
-Cepat mencapai dewasa kelamin (masak dini).
Untuk mengatasi kegemukan dilakukan pembatasan jumlah ransum yang diberikan pada saat menjelang bertelur, dengan tehnik pelaksanaan :
-Mengurangi kadar protein/ asam amino
-Mengurangi jumlah energi yang diberikan
-Membatasi waktu pemberian ransum
-Membatasi jumlah air yang diberikan
Pemotongan Paruh (debeaking)
Pemotongan paruh pada pada ayam tipe leghorn dan jenis ayam petelur , umumnya dipotong pada umur 10 – 14 minggu. Paruh bagian atas dipotong lebih pendek dari y7ang bawah atau dipotong 1/3 – 2/3 bagian atau 0,45 – 0,63 di depan nostril (depan lubang hidung).
Hal-hal yang perlu diperhatikan bila kita akan melakukan pemotongan paruh :
-Tidak melaksanakan pemotongan paruh selama periode vaksinasi, karena akan menambah stress dan ayam akan mudah terserang penyakit.
-Memberi ransum segera setelah paruh dipotong
-Menambah jumlah makanan/minuman setelah paruh dipotong
-Memotong paruh sebaiknya pada saat suhu dingin (sore hari)
-Tidak memotong paruh pada saat menjelang bertelur, karena akan menyebabkan lambatnya bertelur.

Agar tidak terjadi stress yang terlalu berat, hal-hal yang perlu diperhatikan :
-Pemindahan sebaiknya dilakukan pada malam hari.
-Bila terpaksa bila dilakukan pada siang hari tetapi tidak waktu hari panas.
-Setelah pemindahan bisa diberikan antibiotik (3 – 5) untuk mencegah blue comb.
-Vaksinasi harus sudah lengkap.
Pencegahan Penyakit
Ayam mati segera dibuang pada tempat pembuangan khusus dan yang sakit segera diobati atau dikarantina. Burung-burung liar dicegah agar tidak bisa masuk ke lingkungan kandang karena dikhawatirkan akan membawa penyakit. Untuk mencegah timbulnya penyakit unggas menular dengan melalui vaksinasi. Bila perlu diberikan vitamin dan obat-obatan.

Pengelolaan Fase Produksi
Kandang merupakan tempat lingkungan hidup ayam, adapun tujuan dari peternak menempatkan ayam dalam kandang yaitu agar :
a. ayam terlindung dari gangguan luar (gangguan cuaca, binatang buas).
b. pengelolaan lebih mudah
c. diharapkan produksi lebih efisien.
Kandang untuk ayam petelur diantaranya harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1) Bangunan kandang
a. lokasi
b. lebar kandang sebaiknya sekitar ± 8m
c. arah bangunan sebaiknya membujur dari timur ke barat.
2) Ventilasi
Ventilasi yang baik pada kedua belah sisi kandang terbuka (open side wall houses). Bila kandang kurang baik maka amoniak yang timbul akan menjadi racun bagi ayam (> 25 ppm) timbul penyakit pernapasan, produksi turun dan bagi ayam yang dipelihara dalam kandang sistem litter biasanya disertai penyakit cacing.
3) Temperatur dan Kelembaban
Temperatur kandang yang baik untuk pemeliharaan ayam petelur sekitar 21 0C kelembaban sekitar 50 – 60 %.
4) Kepadatan
Kepadatan kandang yaitu banyaknya ayam per satuan luas. Kepadatan kandang dipengaruhi oleh bangsa, besar badan ayam dan keadaan temperatur lingkungan. Tipe ringan sekitar 6 – 7 ekor/m2 dan untuk ayam tipe dwiguna 4–5 ekor/m2.
5) Pemberian cahaya
Sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi telur, mempercepat dewasa kelamin, mengurangi sifat mengeram dan memperlambat molting.
Mempersiapkan Kandang dan Perlengkapannya
Kandang sistem litter dan kandang sistem cage digunakan untuk ayam petelur. Satu sarang digunakan untuk 3-5 ekor ayam petelur (ukuran sarang biasanya 30 x 45 x 50 cm). Sebagai perlengkapan kandangnya digunakan tempat pakan dan minum, umunya untuk ayam yang dipelihara dalam sistem litter digunakan hanging feeder/hanging waterer untuk menghemat tenaga kerja biasanya dilakukan di perusahaan besar. Untuk tempat pakan/minum umumnya digunakan yang berbentuk trough (memanjang).
Ransum Ayam Petelur Fase Produksi
Bentuk-bentuk fisik ransum untuk ayam petelur :
-Mash and Limited grains (campuran bentuk tepung dan butiran).
Bentuk ransum ini dibuat dengan mencampur sendiri secara manual. Contohnya jagung giling, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan yang kemudian dicampur dengan dedak halus secara manual dan hasilnya ransum yang terdiri dari bagian-bagian halus dan butiran.
-All Mash (bentuk tepung)
Tidak tahan lama disimpan (mudah tengik) dan sering menyebabkan kanibalisme yang tinggi.
-Pellet (bentuk butiran dengan ukuran yang sama)
Jika diberikan ransum ini biasanya ayam memiliki nafsu makan yang tinggi karena unggas lebih menyenangi ransum yang berbentuk butiran. Lebih tahan lama jika disimpan.
-Crumble (bentuk butiran tetapi ukurannya tidak sama)
Bentuk crumble biasanya merupakan hasil ikutan dari ransum pembuatan pellet.
Ransum yang disusun harus mengandung zat-zat makana yang diperlukan dan dalam keadaan imbangan yang baik agar diperoleh performans yang optimal.

Pemeliharaan dalam Sistem Litter
Jika ayam telah mencapai dewasa kelamin dan produksinya telah mencapai 5 % disebut telah mulai berproduksi.ayam petelur dipelihara dalam sistem litter dan bertelur dalam sarang. Alas sarang perlu dilapisi dengan litter untuk menjaga agar kulit telur tidak retak atau pecahpada saat ayam sudah bertelur.
Tempat ransum berbentuk hanging feeder ditempatkan setinggi punggung ayam, sedangkan tempat minum ditempatkan setinggi leher dari ayam. Jika timbul sifat kanibalisme atau kebiasaan jelek meatuk-matuk telur, paling efektif untuk mengatasinya dengan cara memotong paruh pada bagian atas sekitar 1/3 panjang paruh. Alat nya disebut dengan electric debeaker atau bisa dgunakan pisau biasa yang dipijarkan terlebih dahulu pada temperatur 815 0C.
Pemeliharaan Ayam Petelur dalam Cage
Cara penyusunan cage dalam bangunan kandang utama, bayak metode yang digunakan agar cage dapat ditempatkan lebih banyak. Cara pengaturan kandangnya dapat dilakukan dengan cara :
1) Single deck : cage dalam kandang hanya satu tingkat
2) Double deck : pengaturan semacan ini disebut stair-steps-system.
3) Triple deck : untuk mencegah kotoran jatuh ke bawah salah satu areal tertentu diberi alas kandang/ alat pencegah kotoran sehingga kotoran tidak jatuh ke bawah.
4) Flat deck : single deck yang disusun rapat satu sama lain tanpa ada jalan untuk memberi makan, minum dan pengambilan telur, pekerjaannya dilakukan secara otomatis.
Sistem cage ini terdapat keuntungan dan kerugiannya yaitu :
Keuntungan :
a) Lebih sedikit tenaga untuk membuang kororan
b) Areal pemeliharaan lebih bersih
c) Kotoran langsung jatuh ke parit
Kerugian :
a) Jika kandang tidak tertutup rapat, binatang pengerat (tikus) akan menjadi ancaman karena kotoran di parit akan dijadikan sarangnya.
b) Biaya pembuatan kandang lebih besar
c) Bila ada air yang juatuh ke parit, bisa menyebabkan bacteri aerobic menjadi aktif dan timbil bau tidak enak.
Pencegahan Penyakit
Obat-obat yang bisa digunakan untuk beberapa penyakit
Nama obat Untuk penyakit Cara pemberian melalui
1. Coxy Cholera, Coccidiosis Air minum
2. Doxyvet CRD Air minum
3. Erysuprim Coryza, CRD Air minum
4.Sulfamix Chlorela, Coccidiosis, CRD Air minum
5. Tetra Chlor Coryza, CRD Air minum
6. Medoxy Cholera, Coryza,CRD,Pullorum Air minum
7. Colyquin Colibacillus, Cholera, CRD Air minum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar